Pernikahan merupakan salah satu upacara yang penuh dengan makna dan filosofi di setiap budaya, termasuk adat pernikahan Bugis. Adat pernikahan Bugis dikenal dengan kekayaan simbol dan makna yang mendalam. Menyelami makna filosofi di balik adat pernikahan Bugis akan membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang nilai dan tradisi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bugis.
Dalam adat pernikahan Bugis, salah satu hal yang menarik adalah adanya prosesi Mappettuka Upacara, di mana kedua mempelai saling memberikan sesaji sebagai tanda kesetiaan dan rasa syukur. Menyelami makna dari prosesi ini, kita dapat memahami bahwa kesetiaan dan rasa syukur merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam budaya Bugis. Seperti yang dikatakan oleh Nurhayati Rahman dalam bukunya yang berjudul “Adat dan Upacara Bugis Makassar”, bahwa adat pernikahan Bugis mengajarkan tentang pentingnya kesetiaan dalam membangun hubungan yang langgeng.
Tak hanya itu, adat pernikahan Bugis juga mengandung makna tentang persatuan dan kebersamaan. Dalam prosesi Ma’gajah putri, kedua mempelai duduk bersama di atas tikar yang sama sebagai simbol persatuan dan kesetaraan. Menyelami makna dari prosesi ini, kita bisa belajar tentang pentingnya kebersamaan dan saling mendukung dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Seperti yang diungkapkan oleh Dg. Patoa Rilaki, seorang tokoh adat Bugis, bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam sebuah pernikahan yang bahagia.
Selain itu, adat pernikahan Bugis juga mengajarkan tentang pentingnya menghormati leluhur dan tradisi. Dalam prosesi Ma’gajah putri, kedua mempelai juga memberikan penghormatan kepada leluhur dengan cara saling memberikan sesaji. Menyelami makna dari prosesi ini, kita dapat memahami bahwa menjaga tradisi dan menghormati leluhur merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam budaya Bugis. Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. M. Jusuf Umar, seorang ahli antropologi budaya, bahwa adat pernikahan Bugis merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
Dengan menyelami makna filosofi di balik adat pernikahan Bugis, kita bisa belajar banyak tentang nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bugis. Kesetiaan, persatuan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap leluhur merupakan nilai-nilai yang sangat berharga dan patut untuk dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai generasi muda, mari kita terus menjaga dan melestarikan tradisi adat pernikahan Bugis agar tetap terjaga keberlanjutannya di masa yang akan datang.