Pernikahan bukan sekedar formalitas, tetapi lebih dari itu. Pernikahan adalah ikatan suci antara dua insan yang saling mencintai dan berkomitmen untuk membangun kehidupan bersama. Namun, seringkali kita lupa akan tujuan sejati dari pernikahan itu sendiri.
Menurut pakar hubungan, John Gottman, pernikahan adalah tentang “membuat ruang untuk perbedaan-pendapat, tanpa harus menyerah pada kebencian satu sama lain.” Hal ini menunjukkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang formalitas, tetapi juga tentang komitmen untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain.
Seringkali, dalam persiapan pernikahan, kita terlalu fokus pada detail-detail formal seperti dekorasi, tamu undangan, dan konsep pernikahan yang sempurna. Namun, kita sering lupa akan tujuan sejati dari pernikahan itu sendiri, yaitu untuk saling mencintai, menghormati, dan mendukung satu sama lain dalam kebaikan maupun kesulitan.
Dr. Gary Chapman, penulis buku “The Five Love Languages”, mengatakan bahwa salah satu kunci keberhasilan pernikahan adalah dengan memahami bahasa cinta pasangan kita. Dengan memahami dan menghargai kebutuhan dan keinginan pasangan, kita dapat membangun hubungan yang kuat dan harmonis.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mengingat tujuan sejati dari pernikahan, yaitu untuk saling mencintai dan mendukung satu sama lain. Jangan biarkan formalitas pernikahan mengaburkan makna sejatinya. Sebagaimana yang dikatakan oleh penulis Paulo Coelho, “Cinta sejati bukanlah cinta yang sempurna, melainkan cinta yang mampu melalui segala rintangan dan ujian.”
Jadi, mulailah memahami tujuan sejati dari pernikahan, dan jadikanlah cinta dan komitmen sebagai landasan utama dalam membangun hubungan yang langgeng dan bahagia. Pernikahan bukan sekedar formalitas, tetapi lebih dari itu.