Pernikahan merupakan acara sakral yang dijalani oleh setiap pasangan pengantin di seluruh dunia. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi unik dalam acara pernikahan adat mereka, termasuk suku Bugis. Tradisi unik dalam acara adat pernikahan Bugis memang harus diketahui oleh banyak orang karena merupakan bagian dari warisan budaya yang patut dilestarikan.
Salah satu tradisi unik dalam acara adat pernikahan Bugis adalah prosesi Mappacci. Mappacci merupakan ritual yang dilakukan sebelum acara pernikahan dimulai, di mana kedua mempelai disucikan dan diberkati oleh sesepuh adat Bugis. Menurut Dr. Andi Ilyas, seorang pakar budaya Bugis, Mappacci memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Bugis. “Mappacci adalah simbol kesucian dan kesatuan antara kedua mempelai dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang baru,” ujar Dr. Andi Ilyas.
Selain Mappacci, tradisi lain yang tak kalah unik adalah prosesi Ma’gellu. Ma’gellu adalah prosesi pemberian seserahan dari pihak mempelai pria kepada pihak mempelai wanita. Seserahan dalam tradisi Bugis sangatlah beragam, mulai dari uang, kain, hingga perhiasan berharga. Menurut Prof. Nurhayati Rahman, seorang ahli antropologi dari Universitas Hasanuddin, Ma’gellu merupakan simbol kekayaan dan kecintaan pihak mempelai pria kepada pihak mempelai wanita. “Ma’gellu adalah wujud nyata dari komitmen pihak mempelai pria untuk menjaga dan merawat pihak mempelai wanita dengan sebaik mungkin,” jelas Prof. Nurhayati Rahman.
Tak hanya itu, tradisi unik lainnya dalam acara adat pernikahan Bugis adalah prosesi Mappasikarawa. Mappasikarawa adalah prosesi pesta pernikahan yang diadakan di kediaman mempelai wanita. Pesta ini dihadiri oleh kerabat dan tetangga terdekat kedua mempelai, serta diisi dengan tarian tradisional Bugis dan sajian makanan khas Bugis. “Mappasikarawa adalah momen bahagia bagi kedua mempelai dan keluarga besar, di mana semua orang berkumpul untuk merayakan persatuan kedua mempelai,” tambah Prof. Nurhayati Rahman.
Tradisi unik dalam acara adat pernikahan Bugis memang memiliki makna yang sangat dalam dan sarat akan nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Semoga tradisi-tradisi ini terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.