Pernikahan merupakan momen sakral yang dijalani oleh setiap pasangan yang ingin menjalani hidup bersama. Di Indonesia sendiri, terdapat berbagai macam tradisi adat pernikahan yang masih dijaga hingga kini. Salah satunya adalah tradisi adat pernikahan Sunda.
1. Tradisi Adat Pernikahan Sunda yang Masih Dijaga Hingga Kini
Tradisi adat pernikahan Sunda memang sangat kaya akan makna dan simbolisme. Salah satu tradisi yang masih dijaga hingga kini adalah “Seserahan”. Seserahan merupakan proses pemberian hadiah dari pihak pengantin pria kepada pihak pengantin wanita sebagai tanda penghargaan dan keseriusan dalam menjalani hubungan pernikahan.
Menurut Bapak Agus Sunarya, seorang pakar budaya Sunda, “Seserahan merupakan simbol dari komitmen dan keseriusan pengantin pria dalam menjalani kehidupan berumah tangga bersama pengantin wanita. Hal ini juga sebagai bentuk ungkapan rasa terima kasih kepada pihak keluarga pengantin wanita atas kepercayaan yang diberikan.”
2. Tradisi Adat Pernikahan Sunda yang Masih Dijaga Hingga Kini
Selain Seserahan, tradisi lain yang juga masih dijaga dalam pernikahan adat Sunda adalah “Acarah Adat”. Acarah Adat merupakan prosesi pernikahan yang dilakukan sesuai dengan tata cara adat Sunda, mulai dari prosesi lamaran hingga resepsi pernikahan.
Menurut Ibu Ani Wijaya, seorang ahli adat Sunda, “Acarah Adat sangat penting dalam pernikahan Sunda karena merupakan warisan nenek moyang yang harus dijaga dan dilestarikan. Melalui Acarah Adat, kita dapat merasakan kehangatan dan kebersamaan dalam menjalani pernikahan.”
3. Tradisi Adat Pernikahan Sunda yang Masih Dijaga Hingga Kini
Tradisi lain yang tak kalah penting dalam pernikahan adat Sunda adalah “Upacara Siraman”. Upacara Siraman merupakan ritual pembersihan dan penyucian diri sebelum melangsungkan pernikahan yang dilakukan oleh kedua mempelai.
Menurut Nyai Rukayah, seorang sesepuh adat Sunda, “Upacara Siraman sangat penting dalam pernikahan Sunda karena melalui prosesi ini, kedua mempelai diharapkan dapat membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan serta siap untuk memulai kehidupan baru bersama.”
4. Tradisi Adat Pernikahan Sunda yang Masih Dijaga Hingga Kini
Selain itu, tradisi adat pernikahan Sunda juga mengenal “Pacar Cina”. Pacar Cina merupakan prosesi pemberian pinjaman uang dari pihak pengantin pria kepada pihak pengantin wanita sebagai tanda tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.
Menurut Kang Deden, seorang pengamat budaya Sunda, “Pacar Cina merupakan simbol dari keseriusan pengantin pria dalam menunaikan kewajiban sebagai kepala keluarga. Hal ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada pihak keluarga pengantin wanita atas kepercayaan yang diberikan.”
5. Tradisi Adat Pernikahan Sunda yang Masih Dijaga Hingga Kini
Terakhir, tradisi adat pernikahan Sunda yang masih dijaga hingga kini adalah “Acarah Mapag Pengantin”. Acarah Mapag Pengantin merupakan prosesi pemberian ucapan selamat kepada kedua mempelai dan doa restu dari keluarga besar sebelum melangsungkan pernikahan.
Menurut Bapak Ujang, seorang tokoh masyarakat Sunda, “Acarah Mapag Pengantin merupakan momen sakral yang harus dijaga dan dilestarikan karena melalui prosesi ini, kedua mempelai mendapatkan restu dan doa dari keluarga besar untuk memulai kehidupan baru bersama.”
Dari kelima tradisi adat pernikahan Sunda yang masih dijaga hingga kini, dapat kita lihat betapa pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya nenek moyang. Melalui tradisi-tradisi tersebut, kita dapat merasakan kehangatan, kebersamaan, dan kesucian dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Semoga tradisi adat pernikahan Sunda tetap terjaga dan dilestarikan untuk generasi selanjutnya.